Bahasan Sepintas Tentang Komunikasi Bisnis
Komunikasi
adalah proses pengiriman, penerimaan dan pemahaman gagasan atau
perasaan dalam bentuk pesan verbal atau nonverbal secara disengaja atau
tidak disengaja. Proses itu melibatkan komunikator, komunikan, pesan,
gagasan dan perasaan, serta efek. Sedangkan bisnis adalah seluruh
kegiatan komersial dan industrial yang menghasilkan barang dan jasa
untuk meningkatkan dan memelihara kualitas hidup kita.
Komunikasi
bisnis adalah pertukaran gagasan, pendapat, informasi, instruksi yang
memiliki tujuan tertentu yang disajikan secara personal atau impersonal
melalui simbol-simbol atau sinyal-sinyal tertentu guna mencapai tujuan
organisasi/lembaga. Dengan demikian, ada 6 unsur pokok dalam kegiatan
komunikasi bisnis, yakni (1) tujuan, (2) pertukaran, (3) gagasan, (4)
saluran personal atau impersonal, (5) simbol atau sinyal, dan (6)
pencapaian tujuan organisasi.
Variabel-variabel Komunikasi Bisnis
Kerangka
kerja yang dapat dipergunakan untuk mengidentifikasi variabel
komunikasi bisnis dapat meminjam Formula Lasswell dengan memberikan
tambahan variabel konteks. Variabel-variabel tersebut adalah (1)
variabel sumber yang berkaitan dengan kredibilitas sumber yang
berdimensi keahlian, kepercayaan dan dinamisme, (2) variabel penerima
yang berkaitan dengan karakteristik komunikan berdasarkan aspek
fisiologis, psikologis dan sosiologis, (3) variabel pesan, yang berupa
pesan verbal dan nonverbal, (4) variabel konteks yang terdiri dari
konteks psikologis dan fisikal, (5) variabel saluran, yang penggunaannya
ditentukan oleh variabel penerima dan pesan, dan (6) variabel efek,
yang digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan kegiatan atau proses
komunikasi.
Komunikasi Dalam Manajemen Bisnis
Tujuan
organisasi bisnis adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Sebagai sebuah kegiatan bisnis, organisasi bisnis pun bertujuan untuk
mendapatkan keuntungan. Keuntungan dan peningkatan kualitas hidup
masyarakat itu diperoleh melalui cara yang legal dengan menyediakan
kebutuhan barang dan jasa masyarakat.
Elemen-elemen
organisasi bisnis dapat dibagi dua menjadi elemen eksternal dan elemen
internal. Elemen internal berada di dalam organisasi bisnis yang
mencakup mulai dari pemilik perusahaan, manajemen, sampai karyawan.
Sedangkan elemen eksternal adalah lembaga-lembaga yang secara langsung
maupun berpengaruh pada organisasi/lembaga bisnis, seperti lembaga
pemerintah, pemasok, pelanggan dan penyalur.
Fungsi
komunikasi dalam manajemen adalah sebagai alat untuk mengintegrasikan
dan mengkoordinasikan para pelaku bisnis. Fungsi komunikasi ini
mengikuti juga fungsi-fungsi manajemen yakni perencanaan,
pengorganisasian, actuating dan pengawasan. Komunikasi dalam bisnis
sangat penting untuk mendapatkan informasi dan mempengaruhi.
Kegiatan
komunikasi dalam manajemen amat bergantung pada iklim komunikasi di
dalam organisasi/lembaga bisnis. Iklim komunikasi ini amat dipengaruhi
gaya manajemen. Ada 4 gaya manajemen, yakni (1) gaya direktif, (2) gaya
pelatih, (3) gaya superotif, dan (4) gaya pendelegasian. Akan tetapi,
dalam manajemen mutakhir ada gaya yang sedang menjadi tren, yakni gaya
partisipatif.
Proses Komunikasi Bisnis
Dalam
komunikasi bisnis dikenal tiga level komunikasi, yakni komunikasi
massa, komunikasi kelompok dan komunikasi interpersonal. Komunikasi
massa dalam komunikasi bisnis diperlukan untuk menyampaikan pesan kepada
publik dan menerima pesan dari publik. Agar komunikasi bisnis pada
level komunikasi massa berjalan dengan efektif perlu mengetahui
karakteristik komunikasi massa, yakni (1) sumbernya terlembagakan, (2)
pesannya bersifat publik, (3) medianya bersifat simultan dan periodik,
(4) khalayak heterogen, anonim dan tersebar, serta (5) efeknya tidak
seketika.
Komunikasi
kelompok dalam komunikasi bisnis bentuknya sangat bergantung pada jenis
kelompok yang dibentuk. Ada beberapa jenis kelompok, seperti (1)
kelompok kerja, (2) focus group, (3) komite, (4) konferensi media, (5)
rapat publik. Kegiatan komunikasi bisnis pada level komunikasi kelompok
ini amat dipengaruhi budaya.
Komunikasi
bisnis juga berlangsung dalam level komunikasi interpersonal.
Komunikasi interpersonal ini merupakan kegiatan memunculkan makna
melalui pertukaran pesan. Agar kita memanfaatkan komunikasi
interpersonal ini dengan baik kita harus mengingat 10 prinsip komunikasi
bisnis. Juga harus mempertimbangkan proses simplifikasi dan abstraksi
saat mengubah gagasan menjadi pesan. Dalam menyampaikan pesan tersebut,
kita juga harus memperhatikan siapa penerima pesan tadi.
Fungsi Komunikasi Bisnis
Dalam
aktivitas komunikasi bisnis, kita tidak hanya sekadar menyampaikan
pesan kepada khalayak bisnis internal maupun eksternal. Aktivitas ini
dapat digunakan untuk fungsi informatif. Suatu fungsi yang digunakan
tidak hanya untuk merubah domain kognitif khalayak sebatas perubahan
pengetahuan, tetapi juga memberikan pilihan-pilihan, mengurangi
ketidakpastian dan merubah keadaan bisnis yang sedang Anda lakukan
begitu pula dalam membuat keputusan. Fungsi kedua adalah fungsi
persuasif atau motivatif, di mana komunikasi dapat digunakan untuk
mempengaruhi orang lain melalui treatment tertentu agar orang lain
bertindak seperti apa yang kita inginkan. Fungsi ketiga adalah fungsi
kontrol, mengendalikan dan mengawasi, untuk menjalankan secara efektif
fungsi ini adalah dengan membuka Feed back loop atau saluran umpan balik
dalam aktivitas komunikasi bisnis baik secara individual maupun secara
organisasional bagi setiap individu yang terdiri dari tiga jenis yaitu,
umpan balik informatif, umpan balik korektif dan umpan balik peneguhan.
Fungsi keempat adalah fungsi emotif, di mana komunikasi digunakan
sebagai alat ekspresi emosi yang berorientasi kepada penerimaan isi
pesan yang disampaikan.
Komunikasi Internal dalam Komunikasi Bisnis
Seorang
pelaku bisnis dalam kegiatan bisnisnya harus bisa membina hubungan yang
baik melalui aktivitas komunikasi dengan (1) pemilik, (2) manajemen,
dan (3) karyawan. Sebab ketiga sasaran yang berada di dalam lingkungan
organisasi/lembaga bisnis tersebut sangat berperan dan menentukan
keberhasilan bisnis.
Cara
komunikasi yang digunakan dalam komunikasi internal, dapat berupa
komunikasi lisan, tulisan, audiovisual atau gabungan ketiganya.
Sedangkan arus yang terbaik adalah arus komunikasi 2 arah sehingga
pelaku komunikasi bisnis harus berani untuk membuka saluran komunikasi
baik formal maupun informal, hal tersebut mengingat adanya kelemahan
komunikasi internal dalam komunikasi bisnis, yaitu pesan biasanya
didominasi oleh pihak manajemen, atau bahkan komunikasi berjenjang
sehingga akibatnya pesan komunikasi sering terjadi
pengurangan/penyimpangan.
Komunikasi Eksternal dalam Komunikasi Bisnis
Ruang
lingkup komunikasi eksternal dalam komunikasi bisnis mencakup
komunikasi dengan pelanggan, penyalur, pemasok, dan agen regulator.
Keempat kelompok yang berada di luar organisasi/lembaga bisnis memiliki
kepentingan untuk kelangsungan bisnis. Kelompok tersebut selain
menghidupi juga dihidupi oleh organisasi/lembaga bisnis. Kelompok
tersebut menentukan kemajuan bisnis sehingga hubungan baik dengan
kelompok ini harus dijaga dan dipertahankan dan ditingkatkan, melalui
kualitas dan kuantitas komunikasi.
Kelompok
ini memiliki kepentingan yang tidak sama, misalnya pelanggan yang
memiliki hak untuk memilih dan menentukan produk yang akan digunakan.
Sedangkan penyalur adalah kelompok yang memiliki jaringan distribusi
mereka hanya mau menyalurkan produk yang dikehendaki pelanggan. Pemasok
menginginkan adanya transaksi dengan organisasi lembaga bisnis yang
memuaskan, sedangkan agen regulator, menginginkan adanya kepatuhan
terhadap peraturan.
Mengenali
siapa khalayak komunikasi sangat penting. Pengenalan khalayak itu
diperlukan untuk ketiga level komunikasi bisnis, yakni komunikasi
interpersonal, komunikasi kelompok dan komunikasi massa. Pada level
komunikasi interpersonal identifikasi khalayak relatif lebih mudah
dilakukan, begitu juga pada level komunikasi kelompok. Namun pada level
komunikasi massa, identifikasi khalayak hanya bisa kita lakukan
berdasarkan kategorisasi-kategorisasi tertentu. Namun, kategorisasi
tersebut dapat juga digunakan untuk mengidentifikasi khalayak dalam
komunikasi kelompok.
Identifikasi
khalayak bisa dilakukan berdasarkan aspek (1) demografis, (2) lokasi
geografis, dan (3) psikodemografis. Dapat juga dilakukan melalui
pendekatan postur mental khalayak yang biasanya membagi khalayak menjadi
dua kelompok, yakni (1) manusia abstrak dan (2) manusia konkret.
Untuk
mengidentifikasi khalayak bisa juga dilakukan melalui motif dan
kebutuhan khalayak yang melihat manusia sebagai khalayak dengan 3
komponen, yakni komponen afektif, komponen kognitif, dan komponen
konatif. Berdasarkan hal tersebut, kemudian kita bisa mengetahui
kebutuhan manusia yang bersifat biologis dan sosiogenis. Salah satu
teori motif dan kebutuhan yang populer adalah hierarki kebutuhan Abraham
Maslow, meliputi (1) kebutuhan biologis, (2) kebutuhan akan rasa aman,
(3) kebutuhan akan keterikatan dan cinta kasih, (4) kebutuhan akan
penghargaan, (5) kebutuhan akan aktualisasi diri. Sedangkan David
McLeland melihat ada 3 kebutuhan manusia, yakni (1) kebutuhan untuk
berprestasi, (2) kebutuhan akan kasih sayang, dan (3) kebutuhan
berkuasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar